SEJARAH PENDIDKAN ISLAM PADA MASA RASULULLAH :
Pendidikan islam pada masa nabi muhammad saw. Dibedakan
menjadi dua periode yaitu
periode mekkah dan periode madinah. Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Makkah adalah pendidikan tauhid, titik beratnya adalah
menanamkan nilai-nilai tauhid ke
dalam jiwa setiap individu muslim, agar jiwa mereka terpancar sinar tauhid dan tercermin dalam perbuatan dan tingkah laku dalam
kehidupan sehari-hari.
Pokok pembinaan pendidikan islam di kota Madinah dapat
dikatakan sebagai pendidikan
sosial dan politik. Yang merupakan kelanjutan dari pendidikan tauhid di Makkah, yaitu pembinaan di bidang pendidikan sosial dan
politik agar dijiwai oleh ajaran ,
merupakan cermin dan pantulan sinar tauhid tersebut.
Kondisi sosial budaya, ekonomi, politik, keberagaman, dan
pendidikan masyarakat arab sebelum islam :
1. Sosial Budaya
msyarakat arab sebelum islam disebut masyarakat jahiliyah.
Masyarakat jahiliyah menerut phillip k. Hitti adalah suatu masyarakt yang
dikelnal dengan masa kebodohan, ketidaktahuan, atau kebiadaban. Pada saat itu
masyarakat arab tidak pandai baca-tulis. Mereka juga memeluk agma watsani, yang
bertuhanan kepada banyak berhala serta dikenal dengan prilaku kasar,
bermoralitas rendah.kekuasaan yang berlaku saat iu adalah sistem diktator.
Hasan ibrahim hasan, menjelaskan lebih lanjut, bahwa kondisi kemasyarakatan
arab jahiliyah adalah, adanya solidaritas atara sesama anggota auatu kabilah
lain sama sekali tidak ada.
2. Ekonomi
Ekonomi mengikuti kondisi sosial, yang bisa dilihat dan
jalan kehidupan bangsa arab. Pandangan merupakan sarana yang paling dominan
untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara kondisi yang aman sebenarya tidak
perna terwujud dijazirah arab kecuali bulan-bulan suci. Menurut abudin nata dan
fauzan, dalam hal perekonomian bangsa arab pra-islam, berada dalam kondisi
kesesatan, terlihat dari sikap mereka dalam menghalalkan segala cara untuk
mendapatkan uang atau sesuatu yang diperlukan, seperti mencuri, berjudi,
merampok, menipu,mmeras, atau melipatgandakan bunga (riba) kepada orang yang
meminjam uang kepadanya.
3. Politik
Bangsa arab sebelum islam, belum mengenal sistem
pemerintahan yang lengkap seperti pada masa sekarang, kalaupun ada belum belum
sempurna oraganisasi politiknya, menurut hasan ibrahim, mereka tidak memiliki
peradilan tempat memperoleh kepastian hukum tentang suatu kasus atau memvonis
suatu tindakan pelangaran. Kesesatan dalam bidang politik antara lain terlihat
dalam sikap mereka (para penguasa) yang diktator, otoriter, zalim, dan korup.
4. Keberagamaan
Keberagamaan mayoritas bangsa arab jahiliyah sudah jauh dari
kekayaan yang dibawa oleh nabi ibrahim yaitu menyakini adanya Allah SWT sebagai
rabb al-alamin. Mereka menganut agama watsani (penyembah bahala). Setiap
kabilah atau suku mempunyai patung (bahala) sendiri sebagai pusat penyembahan.
Diantaranya ada yang disebut shanam,
berhala berbentuk manusia, terbuat dari logam atau kayu, wathan terbuat
dan batu dan nushud adalah batu karang tanpa suatu bentuk tertentu.
Pada masa rasulullah dibagi menjadi dua periode, yaitu
periode Mekkah dan periode Madinah.
ü Periode Mekkah
Lembaga Pendidikan Islam, adapun lembaga pendidikan Islam
adalah rumah Al-Arqom Ibn Abi Arqom. Rumah Al-Arqom ibn Abi Arqam adalah tempat
pertama berkumpulnya kaum muslimin beserta Rasulullah untuk beajar hokum-hukum
dan dasar-dasar ajaran Islam. Rumah ini merupakan lembaga pendidikan pertama
atau madarasah yang pertama sekali dalam Islam, adapun yang mengajar di lembaga
tersebut adalah Rasulullah sendiri.
Materi pendidikan Islam, dengan turunnya perintah kepada
Nabi supaya mengajarkan Islam kepada kerabat nabi dan umatnya secara luasdan
terang-terangan maka nabi bukan hanya berdakwah di lingkungan keluarga dan
dikalangan penduduk Mekkah saja, tetapi juga pada penduduka di luar Mekkah,
terutama mereka yang dating ke Mekkah. Baik dalam rangka ibadah haji maupun
perdagangan. Sedangkan materi pendidikan Islam pada waktu itu adalah:
Tauhid: Bahwa Allah pencipta alam semesta yang sebenarnya,
Allah yang memberikan Nikmat, Allah telah membimbing dan mendidika manusia
dengan kasih sayang, Allah adalah Malik (Raja), Allah yang membimbing dan
member pettunjuk pada manusia.
Al-Qur’an: dalam pembelajaran Al-Qur’an kepada umatnya Nabi
Muhammmad SAW selalu menganjurkan pada
umatnya supaya Al-Qur’an di hafal dan selalu di baca, dan diwajibkan membacanya
dan ayat-ayatnya dalam shalat. Selanjutnya untuk memantapakan al-qur’an dalam
hafalan mereka, nabi Muhammad SAW selalu mengadakan evaluasi terhadap hafalan
sahabat tersebut.
ü Periode Madinah
Lembaga Pendidikan Islam setelah Nabi Hijrah Ke Madinah,
disamping kuttab adalah masjid dan Suffah.
Masjid, sebagai kegiatan Nabi Muhammad SAW bersama kaum
muslimin, Nabi secara bersama membina masyarakat baru, masyarakat yang disinari
oleh tauhid, dan mencerminkan persatuan dan kesatuan umat. Di masjid itulah
beliau bermusyawarah mengenai berbagai urusan, mendirikan shalat berjamaah,
membacakan al-qura’an maupun membacakan ayat-ayat yang baru diturunkan. Dengan
demikian, masjid itu merupakan pusat pendidikan pusat pendidikan dan
pengajaran.
Suffah, pada masa Rasulullah SAW, shuffah adalah suatu
tempat yang telah dipakai utnuk aktifitas pendidikan. Biasanya tempat ini menyediakan
pemondokan bagi pendatang baru dan mereka yang tergolong miskin. Disini para
siswa diajarkan membaca dan menghapalkan al-qu’ran secra benar, dan diajarakan
pula islam dibawah bimbingan langsung dari nabi. (Ramayulius,2011)
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA KHULAFA’ AL-RASYIDIN :
ketika Rasulullah SAW masih hidup, ia tidak meninggalkan
pesan apapun sebagai pengantinya. Sewaktu Rasulullah wafat masalah tersebut
cukup serius dibicarakan oleh kaum muslimin. Para pembuka islam bahwa pengganti
beliau disebut khalifah. Berate pengganti khalifah sebagai pengganti hanya
menggantikan nabi Muhammad sebagai pemimpin agama dan pemimpin pemerintahan.
Sedangkan sebagai nabi dan Rasul Muhammad tidak bisa digantikan karena beliau
adalah Nabi dan Rasul yang terakhir.ada empat orang khalifah pengganti beliau,
dan keempat khalifah tersebut disebut khulafah Al-Rasidin. Keempat khalifah
tersebut adalah Abu Bakar Sidiq, Abu Bakar Umar bin Khattab, Usman Bin Affan,
dan Ali Bin Abi Thalib.
ü Pada Masa Abu Bakar
Ash-sidiq
Banyak para sahabat yang hafal Al-Qur’an meninggal atau
gugur dalam menegakkan agama Islam. Pendidikan Islam pada masa itu belum ada
yang secara formal, maka Umar bin Khattab menyarankan khalifah Abu Bakkar
Ash-sidiq untuk mengumpulkan ayat-ayat Al-Qur’an, kemudian untuk merealisasikan
saran tersebut, di putuskan Zaid bin Tsabit ditugaskan untuk mengumpulkan semua
tulisan Al-Qur’an yang masih berserakan. lembaga pendidikan masih sama dengan
lembaga pendidikan pada masa Nabi, namun dari segi kualitas dan kuantitasnya
sudah banyak mengalami perkrmbangan, diantaranya: 1) Kuttab, pada masa Abu
Bakar lembaga pendidikan mencapai tingkat kemajuan yang berarti. Kemajuan
lembaga kuttab ini terjadi ketika umat muslim telah menaklukan beberapa daerah
dan menjalin kontak dengan bangsa-bangsa yang lebih maju lembaga pendidikan ini menjadi sangat penting
sehingga para ulama berpendapat bahwa mengajarkan Al-Qur’an merupakan fardhu
kifayah. Materi pendidikannya: membaca, menulis dan menghafal Al-Qur’an ,
pokok-poko agama seperti keimana, ibadah, akhlak dan muamalat. 2) Masjid,
merupakan lembaga pendidikan lanjutan setelah anak-anak tamat belajar dari
kuttab. Di masjid ini ada dua tingkat pendidikan, yaitu tingkat menengah dan
tingkat tinggi. Yang membedakan kedua tingkat tersebut adalah tingkat menengah,
gurunya belum mencapai status guru besar.
Sedangkan pada tingkat tinggi, pengajarnya adalah ulam yang mempunyai
pengetahuan yang mendalam dan integritas kesalehan dan keimanan yang diakui
oleh masyarakat. Materinya adalah Al-Qur’an dan tafsirnya, hadis dan syarahnya
serta fiqh.
ü Pada Masa Umar bin
Khattab,
Lembaga pendidikan pada masa khalifah Umar bin Khattab, sama
dengan masa Abu Bakar. Namun dari segi kemajuan pendidikan begitu pesat, sebab
selama Umar bin Khattab pemerintah Negara dalam keadaan stabil dan aman, hal
ini menyebabkan ditetapkannya masjid sebagai pusat pendidikan, dan juga
terbentuknya pusat-pusat pendidikan di berbagai kota. Materi pendidikan pada
masa Umar bin Khattab adalah materi pada kuttab pada masa Abu Bakar dan di
tambah dengna beberapa mata pelajaran dan keterampilan. Ketika Umar bin Khattab
di angkat menjadi khalifah, ia menginstruksikan pada pendidik agar anak-anak di
ajarkan: berenag, mengendarai onta, memanah, membaca, menghafal syair-syair
yang mudah dan pribahasa. Materi pendidikan pada tingkat menengah dan tingkat
tinggi terdiri dari adalah Al-Qur’an dan tafsirnya, hadis dan syarahnya serta
fiqh (tasyri). Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan duniawi dan ilmu filsafat belum
dikenal pada masa itu. Hal ini dimungkinkan mengingat konstruk social
masyarakat ketika itu masih dalam pengembangan wawasan keislaman yan lebih
difokuskan pada pemahaman al-quran dan hadist secara literal. Pendidik pada
masa Umar bin Khattab pada masa khalifah umar yang menjadi pendidik adalah
beliau sendiri, serta guru-guru yang beliau angkat. Umra merupakan seorang
pendidik yang sering melakukn penyukuhan pendidikan dikota madinah. Beliau juga
menerapkan pendidikan dimasjid-masjid dan ;pasar-pasar serta mengangkat dan
menunjuk guru-guru untuk tiap daerah
yang ditaklukan itu, dengan mengajar tugas isi al-quran dan ajaran islam
lainya, seperti fiqih kepada penduduk yang baru masuk islam, disamping bekiau
sendiri sebagai pendidikan.
ü Pada Masa Usman bin
Affan
Pada masa khalifah Usman kedudukan peradaban Islam tidak
jauh berbeda demikian juga
pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan masa sebelumnya. Para sahabat diperbolehkan dan diberi kelonggaran meninggalkan Madinah
untuk mengajarkan ilmu-ilmu yang dimiliki. Dengan tersebarnya
sahabat-sahabat besar keberbagai daerah
meringankan umat Islam untuk belajar Islam kepada sahabat-sahabat yang tahu banyak ilmu Islam di daerah mereka sendiri atau daerah
terdekat.
Pada masa khalifah usman bin affan pelaksanaan pendidikan
islam ditinjau dari aspek lembaga dan materi, tidak jauh berbeda dengan
sebelumnya. pendidikan dimasa ini hanya melanjutkan apa yang telah ada
sebelumnya, namun sedikit terjadi perubahan yang mewarnai pendidikan islam.
Pola pendidikan pada masa usman ini lebih merakyat dan lebih mudah dijangkau
oleh seluaruh peserta didik yang ingin yang mempelajari ajaran islam karena
pusat pendidikan lebih banyak, sebab pada masa ini para sahabat bisa memilih
tempat yang mereka inginkan untuk memberikan pendidikan kepada masayarakat.
Pelaksanaan pendidikan pada masa ini diserahkan pada masyarakat, dengan
masyarakatla yang lebih banyak inisiatif dalam melaksanakan pendidikan
termaksud pengangkatan para pendidik. Walaupun demikian ada usaha yang sangat
cemerlang yang menentukan yang dilakukan Usman bin Affan, yang sangat besar
pengaruhnya terhadap pendidikan islam dimasa yang akan dating, usaha tersebut
adalah terjadinya kodifikasih al-quran.
ü Pada Masa Khalifah
Ali bin Abi Thalib
Pada masa Ali bin abi Thalib tidak terlihat perkembangan
pendidikan yang berarti karena pada masa ini telah terjadi kekacawan politik
dan pemberontakan, sehingga dimasa ia berkuasa pemerintahannya tidak setabil.
Dengan kericuan politik pada masa Ali berkuasa, kegiatan pendidikan islam
terdapat hambatan dan ganguan. Pada saat itu Ali bin Thalib tidak sempat lagi
memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruan perhatianya ditumpakan kepada
masalah keamanan didalam pemerintahanya. Menurut Mahmud Yunub bahwa pusat
pendidikan pada masa Khulafah Rasidin adalah sebagai berikut : Madrasah mekkah,
madrasah madinah, madrasah basrah, madrasah kuffah, madrah damsyik, madrasah
fistab. (Mahmud Yunus, 1989).
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI UMAYYAH :
Selama lebih kurang 90 tahun Daulah Umayyah berkuasa telah
banyak perubahan dan pembaharuan yang mereka lakukan. Khalifah-khalifah besar
Daulah Umayyah adalah Mu’awiyah ibn Abi Sofyan (661-680M), Abdul Malik ibn
Marwan (685-705 M), Al Walid ibn Abdul Malik (705-715M), Umar ibn Aziz (717-720
M) dan Hisyam ibn al-Malik (724-743). Secara umum kemajuan-kemajuan yang telah
dilakukan oleh DaulahUmayyah adalah perluasan daerah-daerah kekuasaan islam,
pertumbuhan partai politik, penyusunan organisasi negara dan pemerintah, perkembangan
ilmu pengetahuan, pertumbuhan dan perkembangan hukum islam, dan perkembangan
seni budaya. Pada masa yang kurang seabad itu islam telah tersebar hampir
mengenai separuh dunia. Dan tak sampai dua abad dari detik kelahiranya bendera
islam telah berkibar anatar pegunungan pyrenia dan Himalaya, antara padnag
pasir di tengah Asia sampai kepadang pasir dibenua Afrika.
Pada masa Dinasti Umayyah , terdapat berbagai kebijakan yang
dilakukan oleh para khalifah, yang menyebabkan berkembangnya system pemerintahan.
Diantara kebijakan yang dilakukan adalah : pemisahan kekuasaan, pembagian
wilayah, bidang administrasi pendidikan, organisasi keuangan, organisasi
ketentaraan, organisasi kehakiman, bidang social dan budaya, bidang seni dan sastra, bidang seni rupa dan bidang
arsitektur.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA DINASTI ABBASIYAH :
Kemajuan yang dicapai oleh Daullah Abbasiyyah, khususnya
dalam bidang ilmu merupakan puncak kejayaan islam sepanjang sejarah. Hal ini
disebabkan karena (1) situasi dan kondisi yang sangat menunjang (2)
keterlibatan semua pihak secara ikhlas secara bersunggu-sunggu (3) adanya
kemerdekaan dan kebebasan berpikir membuat umat islam mejadi sangat dinamis dan
kreatif, jauh dari sikap fatalis dan taklid, perkembangan ini juga membawa Daulah
Abbasiyyah ketempat utama dan terhormat dalam kebudayaan, peradaban serta dunia
pemikiran atau filsafat.
Pada masa ini telah dilahirkan Ulama-Ulama besar seperti
Imam Malik, Iman Abi Hanifah, Imam Syafei dan Imam Hambal dalam bidnag hukum, Imam Asy’ari, Imam
Almaturidi, pembuka-pembuka mu’tazila seperti wasil bin Atha, Abu Alhuzail,
Alnazam dan Aljubba’i dlaam bidang teologi, zunnun Almisri, abu yazid,
Albustami dll.
Lembaga Pendidikan Islam yang di dirikan pada masa
Rasulullah, Khulafaurrasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyah
PADA MASA RASULULLAH SAW
Lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan pada pada masa masa rosulullah saw. Yaitu berupa masjid,suffah dan halaqoh.
ü Periode Mekkah
Lembaga Pendidikan Islam, adapun lembaga pendidikan Islam
adalah rumah Al-Arqom Ibn Abi Arqom. Rumah Al-Arqom ibn Abi Arqam adalah tempat
pertama berkumpulnya kaum muslimin beserta Rasulullah untuk beajar hokum-hukum
dan dasar-dasar ajaran Islam. Rumah ini merupakan lembaga pendidikan pertama
atau madarasah yang pertama sekali dalam Islam, adapun yang mengajar di lembaga
tersebut adalah Rasulullah sendiri.
ü Periode Madinah
1. Kuttab
Kuttab berasal dari bahasa Arab Katattib yang berarti
“Mengajar Menulis” tempat belajar yang lahir pada masa awal Islam. Pada awalnya
kuttab berfungsi sebagai tempat memberikan pengajaran, menulis, dan membaca
pada anak-anak.
2. Masjid
Masjid, sebagai kegiatan Nabi Muhammad SAW bersama kaum
muslimin, Nabi secara bersama membina masyarakat baru, masyarakat yang disinari
oleh tauhid, dan mencerminkan persatuan dan kesatuan umat. Di masjid itulah
beliau bermusyawarah mengenai berbagai urusan, mendirikan shalat berjamaah,
membacakan al-qura’an maupun membacakan ayat-ayat yang baru diturunkan. Dengan
demikian, masjid itu merupakan pusat pendidikan pusat pendidikan dan
pengajaran.
3. Suffah
Pada masa Rasulullah SAW, shuffah adalah suatu tempat yang
telah dipakai utnuk aktifitas pendidikan. Biasanya tempat ini menyediakan
pemondokan bagi pendatang baru dan mereka yang tergolong miskin. Disini para
siswa diajarkan membaca dan menghapalkan al-qu’ran secra benar, dan diajarakan
pula islam dibawah bimbingan langsung dari nabi. (Ramayulius,2011)
4. Halaqoh,
Halaqoh pada zaman nabi yang membentuk lingkaran dan
Rosulullah menjelaskan pendidikan Islam.
PADA MASA KHULAFAURRASYIDIN
ü Khalifah Abu Bakar
RA
1. Kuttab,
Pada masa Abu Bakar lembaga pendidikan mencapai tingkat
kemajuan yang berarti. Kemajuan lembaga kuttab ini terjadi ketika umat muslim
telah menaklukan beberapa daerah dan menjalin kontak dengan bangsa-bangsa yang
lebih maju lembaga pendidikan ini
menjadi sangat penting sehingga para ulama berpendapat bahwa mengajarkan
Al-Qur’an merupakan fardhu kifayah. Materi pendidikannya: membaca, menulis dan
menghafal Al-Qur’an , pokok-poko agama seperti keimana, ibadah, akhlak dan
muamalat.
2. Masjid,
Merupakan lembaga pendidikan lanjutan setelah anak-anak
tamat belajar dari kuttab. Di masjid ini ada dua tingkat pendidikan, yaitu
tingkat menengah dan tingkat tinggi. Yang membedakan kedua tingkat tersebut
adalah tingkat menengah, gurunya belum mencapai status guru besar. Sedangkan pada tingkat tinggi, pengajarnya
adalah ulam yang mempunyai pengetahuan yang mendalam dan integritas kesalehan
dan keimanan yang diakui oleh masyarakat. Materinya adalah Al-Qur’an dan
tafsirnya, hadis dan syarahnya serta fiqh.
ü Khalifah Umar Bin
Khattab
Lembaga pendidikan pada masa khalifah Umar bin Khattab, sama
dengan masa Abu Bakar yaitu Masjid dan Kuttab. Namun dari segi kemajuan
pendidikan begitu pesat, sebab selama Umar bin Khattab pemerintah Negara dalam
keadaan stabil dan aman, hal ini menyebabkan ditetapkannya masjid sebagai pusat
pendidikan, dan juga terbentuknya pusat-pusat pendidikan di berbagai kota.
Kuttab, Materi pendidikan pada masa Umar bin Khattab adalah
materi pada kuttab pada masa Abu Bakar dan di tambah dengna beberapa mata
pelajaran dan keterampilan. Ketika Umar bin Khattab di angkat menjadi khalifah,
ia menginstruksikan pada pendidik agar anak-anak di ajarkan: berenag,
mengendarai onta, memanah, membaca, menghafal syair-syair yang mudah dan
pribahasa. Materi pendidikan pada tingkat menengah dan tingkat tinggi terdiri
dari adalah Al-Qur’an dan tafsirnya, hadis dan syarahnya serta fiqh (tasyri).
Ilmu-ilmu yang berkaitan dengan duniawi dan ilmu filsafat belum dikenal pada
masa itu.
ü Khalifah Usman Bin
Affan RA
Pada masa khalifah Usman bin Affan Pelaksanaan pendidikan
yaitu di pusatkan pada Masjid dan Kuttab, akan tetapi pada masa ini pendidikan
diserahkan pada masyarakat, dengan masyarakatla yang lebih banyak inisiatif
dalam melaksanakan pendidikan termaksud pengangkatan para pendidik. Walaupun
demikian ada usaha yang sangat cemerlang yang menentukan yang dilakukan Usman
bin Affan, yang sangat besar pengaruhnya terhadap pendidikan islam dimasa yang
akan dating, usaha tersebut adalah terjadinya kodifikasih al-quran.
ü Khalifah Ali bin
Abi Thalib
Pada masa Ali bin abi Thalib tidak terlihat perkembangan
pendidikan yang berarti karena pada masa ini telah terjadi kekacawan politik
dan pemberontakan, sehingga dimasa ia berkuasa pemerintahannya tidak setabil.
Dengan kericuan politik pada masa Ali berkuasa, kegiatan pendidikan islam
terdapat hambatan dan ganguan. Pada saat itu Ali bin Thalib tidak sempat lagi
memikirkan masalah pendidikan sebab keseluruan perhatianya ditumpakan kepada
masalah keamanan didalam pemerintahanya.
PADA MASA DINASTI UMAYYAH
ü Pada masa ini
didirikan lembaga pendidikan:
1. Kuttab, kuttab
sebenarnya sudah ada semenjak pada masa khulafah rasidin, namun pada masa ini
kuttab dilaksanakan didekat masjid dan gurunya tidak dibayar. Pada masa
khalifah umayah, kuttab bukan hanya didekat masjid tetapi juga dirumah guru dan
istana.
2. Istana,
pendidikan diistana tidak hanya tingkat rendah, tapi berlanjut pada pengajaran
tingkat tinggi sebgai mana halaqah, masjid, dan masdrasah. Guru istana
dinamakan muaddib. Tujuan pendidikan istana bukan saja mengajarkan ilmu
pengetahuan bahkan muaddib harus mendidik akal, hati, dan jasmani anak.
3. Badi’ah,
dengan adanya arabisasi oleh Khalifah Abdul Malik ibn Marwan, maka munculah
istilah Badi’ah yaitu dusun badui di Padang Sahara yang masih fasih dan fmurni
bahasa arabnya sesuai dengan kaidah bahasa arab itu. Akibat dari arabisasi
inilah muncul ilmu qawaid dan cabang ilmu lainnya untuk mempelajari bahasa
Arab. Bahasa arab ini sudah samapai ke Irak, Syiria, Mesir, Libanon, Libya, Tunisia,
Aljazair, Maroko, di samping Sadi Arabia, Yaman, Emirat Arab, dan sekitarnya di
samping Saudi Arabia.
4. Perpustakaan,
Al-Hakam Ibn Nasir (350 H/ 961 M) mendirikan perpustakaan yang besar di Qutubah
(Cordova). Perpustakaan ini tidak hanya dipergunakan untuk membaca buku, tetapi
juga disana disediakan ruangan untuk melaksanakan proses pembelajaran yang
dibimbing oleh para ulama sesuai dengan bidang keahlaiannya.
5. Bamarista
(Rumah Sakit), rumah sakit selain berfungsi untuk mengobati dan merawat orang
sakit, tetapi juga tempat mendidik para calon tenaga medis dan perawat, dan
juga mempelajar ilmu kedokteran.
ü Pola pendidikan
pada masa Dinasti Umayyah
Pada masa daulah umayyah pola pendidikan bersifat
desentralisasi, tidak memiliki tingkatan dan standar umur. Kajian keilmuan pada
priode ini didamaskus, kuffah, mekkah, madinah, mesir, cordova, dan beberapa
kota lainya seperti : bassrah dan kuffah, damsyik, dan palestina serta fistat.
(Bachtiar Zabri
ü Pengembangan Ilmu
Pengetahuan pada Masa Dinasti Umayyah
Di antara ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa itu
adalah:
1) Ilmu Agama,
seperti Al-Qur’an, Hadis, dan Fiqh.
2) Ilmu Sejarah
dan Geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah
dan riwayat.
3) Ilmu
pengetahuan bidang bahasa.
4) Bidang
filsafat
5) Seni sastra
arab
6) Seni kaligrafi
dan seni arsitektur (Ramayulius, 2011)
PADA MASA DINASTI ABBASIYAH
ü Pada masa Abbasiyah
sekolah-sekolah terdiri dari beberapa tingkat, yaitu:
1. Tingkat
sekolah rendah,
Namanya Kuttab sebagai tempat belajar bagi anak-anak. Di
samping Kuttab ada pula anak-anak belajar di rumah, di istana, di took-toko dan
di pinggir-pinggir pasar. Adapun pelajaran yang diajarkan meliputi: membaca
Al-Qur’an dan menghafalnya, pokok-pokok ajaran islam, menulis, kisah
orang-orang besar islam, membaca dan menghafal syair-syair atau prosa,
berhitung, dam juga pokok-pokok nahwu shorof ala kadarnya (Badri Yatim, 2000)
2. Tingkat
sekolah menengah
yaitu di masjid dan majelis sastra dan ilmu pengetahuan
sebagai sambungan pelajaran di kuttab. Adapun pelajaran yang diajarkan
melipuri: Al-Qur’an, bahasa Arab, Fiqih, Tafsir, Hadits, Nahwu, Shorof,
Balaghoh, ilmu pasti, Mantiq, Falak, Sejarah, ilmu alam, kedokteran, dan juga
music.
3. Tingkat
perguruan tinggi,
Seperti Baitul Hikmah di Bagdad dan Darul Ilmu di Mesir
(Kairo), di masjid dan lain-lain. Pada tingkatan ini umumnya perguruan tinggi
terdiri dari dua jurusan:
1) Jurusan
ilmu-ilmu agama dan Bahasa Arab serta kesastraannya. Ibnu Khaldun menamainya
ilmu itu dengan Ilmu Naqliyah. Ilmu yang diajarkan pada jurusan ini meliputi:
Tafsir Al-Qur’an, Hadits, Fiqih, Nahwu, Sharaf, Balaghoh, dan juga Bahasa Arab.
2) Jurusan ilmu-ilmu hikmah (filsafat), Ibnu
Khaldun menamainya dengan Ilmu Aqliyah. Ilmu yang diajarkan pada jurusan ini
meliputi: Mantiq, ilmu alam dan kimia, Musik, ilmu-ilmu pasti, ilmu ukur,
Falak, Ilahiyah (ketuhanan), ilmu hewan, dan juga kedokteran (Musyrifah
Sunanto, 2004).
ü Perkembangan ilmu
pengetahuan di masa Abbasiyah
Pada masa abbsiyah ini terdapat perkembangan ilmu
pengetahuan, antara lain sebagai berikut:
1. Menerjemahkan
buku-buku dari bahasa asing (Yunani,Syiria Ibrani, Persia, India, Mesir, dan
lain-lain) ke dalam bahasa Arab. Buku-buku yang diterjemahkan meliputi ilmu
kedokteran, mantiq (logika), filsafat, aljabar, pesawat, ilmu ukur, ilmu alam,
ilmu kimia, ilmu hewan, dan ilmu falak.
2. Pengetahuan
keagamaan seperti fikih, usul fikih, hadis, mustalah hadis, tafsir, dan ilmu
bahasa semakin berkembang karena di zaman Bani Umayyah usaha ini telah
dirintis. Pada masa ini muncul ulama-ulama terkenal seperti Imam Abu Hanifah,
Imam Malik, Imam Syafi’I, Imam Hambali, Imam Bukhari, Imam Muslim, Hasan Al
Basri, Abu Bakar Ar Razy, dan lain-lain
3. Sejak upaya
penerjemahan meluas, kaum muslim dapat mempelajari ilmu-ilmu ilmu-ilmu itu
langsung dalam bahasa arab sehingga muncul sarjana-sarjana muslim yang turut
memperluas peyelidikan ilmiah, memperbaiki atas kekeliruaan pemahaman kesalahan
pada masa lampau, dan menciptakan pendapat-pendapat atau ide baru (Zuhairini,
Moh. Kasiran. Dkk, 1985)
Pada intinya lembaga-lembaga pendidikan yang didirikan
pada pada masa masa rosulullah saw. Yaitu berupa masjid,suffah dan halaqoh. Pada masa khulafaur
rosydin lembaga-lembaga pendidikan
tidak jauh berbeda dari masa rosullullah saw. yaitu berupa masjid,suffah,halaqoh, dan kuttab atau maktab,,selanjutnya
pada masa bani umayyah disinilah
mulai banyak didirikan lembaga-lembaga yaitu diantarnya, madrasah mekah,madrasah madinah,madrasah
kuffah,madrasahkuffah,madrasahdamsyik(syam),madrsah
fistat(mesir).selanjutnya pada masa abbasiyah lembaga-lembaga pendidikanb lebih maju yaitu diantaranya. Madrasah baitul
hikmah,madrasah nidhamiyyah,majlis
munadaroh,rumah sakit,gedung perpustakaan.
Metode Pendidikan Pada Masa Rasulullah, Khulafaurrasyidin,
Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah
Pada Masa Rasulullah
lembaga pendidikan islam adalah
rumah al-Arqam ibn Abi Arqam. Rumah al-Arqam ibn Abi Arqam adalah lembaga
pendidikan pertama atau Madrasah yang pertama kali dalam islam, pada masa itu
metode pendidikan islam dirumah Al-Arqam sangat sederhana sekali dan pendidikan
dilembaga ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah dan kemudian diikuti dengan
praktek beragama yang berkaitan dengan ibadah, terutama ibadah shalat
(Ramayulius, 2011). Metode yang digunakan Rasulullah dalam mendidik sahabatnya
antara lain: (1) metode ceramah, menyampaikan wahyu yang baru diterimanya dan
memberikan penjelasan-penjelasanserta keterangan-keterangannya; (2) dialog,
misalnya dialg antara Rasulullah dengan Mu’az ibn Jabal ketika Mu’az akan
diutus sebagai kadi ke negeri Yaman; (3) diskusi ata tanya jawab, sering
sahabat bertanya kepada Rasulllah tentang suatu hukaum, kemudian rsul menjawab;
(4) metode perumpamaan, misalnya orang mukmin itu laksana satutubuh, bila sakit
salah satu anggota tubuh maka anggota tubuh lainnya akan turut merasakannya;
(5)metode kisah, misalnya kisah beliau dalam perjalanan isra’ dan miraj; (6)
metode pembiasaan, membiasakan kaum muskimin shalat berjamaah; (7) metode
hafalan, misalnya para sahabat dianjurkan untuk menjaga al-Qur’an dengan
menghafalnya (Moh. Untung Slamet, 2005)
Pada Masa Khulafahurrasydin lembaga pendidikan islam pada
masa itu sudah berkembang, lembaga pendidikannya sama dengan masa abu bakar,
pendidikan pada masa itu berada di bawah pengaturan Guburnur. Disamping itu
kemajuan dalam bidang pendidikan juga terdapat kemajuan berbagai bidang,
seperti pos pengiriman surat, kepolisian, baitul mal, dan sebagainya. Pada masa
khulafaur rosyidin metode-metode yang digunakan yaitu
dengan membaca,menulis dan menghafalkan,diskusi
atau
Pada Masa Dinasti Umayyah dan Dinasti Abbasiyah, pada masa
umayyah dan abbasiyah,tidak
bjauh beda dari sebelumnya yaitu menulis,ceramah, menghafal,diskusi kelompok,halaqoh,halaqoh dan lain sebagainya.
III. Apa
kelemahan dan kelebihan pendidikan Islam pada masa tersebut, beserta solusi
dari anda?
Pada Masa Rosulullah Saw
Kelemahan pada masa rosullah saw yaitu pendidikan lebih
banyak bertumpu kepada rosullah
sehingga para sahabat yang jauh dengan rosulullah akan sedikit ketinggalan informasi disbanding yang dekat. Selain belum ada pembagian
jenjang atau kelas.
Sedangkan kelebihannya adalah dimana rosullah saw mengajar
dan memberi contoh teladan
yang baik bagi para sahabat dan terjadi hubungan langsung antara ara sahabat dan rosulullah sehinga ini berpengaruh pada karakter
sahabat.
Solusinya adalah bagaimana para sahabat harus mendekatkan
diri kepada rosulullah kepada
rosulullah dan banyak bertanya sehingga ketinggalan apa-apa yang telah disampaikan rosullah saw.
Pada Masa Khulafu Ar-Rasyidin
Kelemahannya adalah sebagian dari masa pemerintahan
khulafaurrasyidin itu terjadi kekacauan politik. Sehingga menyebabkan
pendidikan Islam pada masa itu di kesampingkan dan membuat pendidikan Islam
belum berkembang pesat daan belum mengacu pada pendidikan umum masih terpaku
untuk pendidikan yang bernuansa Islami.
Kelebihannya, pendidikan pada masa khlufaurrasyidin lebih
mudah di jangkau dan tanggung jawab pendidikan tidak sepenuhnya di bebankan
pada pemerintah. Akan tetapi dalam bidang pendidikan, masyarakat juga mempunyai
andil untuk mengembangkan pendidikan Islam.
Solusinya, pada zaman itu harus menstabilkan politik,
sehingga antara ranah politik dan ranah pendidikan menjadi prioritas utama
untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan Islam.
Pada Masa Dinasti Umayyah
Kelemahan Pada masa umayyah pendidikan besifat desentrasi yaitu
bersifat otonomi daerah
sehingga ini akan menyulitkan pemerintah pusat mengontrol pendidikan yang ada. Dan sitem pengajaran masih tidak jauh berbeda dengan
masa khulafaur rosydin.
Adapun kelebihannya yaitu Pemerintah dinasti Umayyah menaruh
perhatian dalam bidang
pendidikan. Memberikan dorongan yang kuat terhadap dunia pendidikan dengan penyediaan sarana dan prasarana. sudah ada tingkat pengajaran dan sudah dibangun beberapa lembaga pendidikan seperti madrasah
mekah,madrasah madinah,madrasah
kuffah,madrasah kuffah,madrasah damsyik(syam),madrsah fistat(mesir).
Solusinya adalah turun tangannya pemerintah pusat dengat
mengontrol dan mengawasi serta
menyediakan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan yang ada di daerah dan serta memberi pelatihan-pelatiahan
kepada guru-guru untuk mengajar
dengan metode yang baik.
Pada Masa Dinasti Abbasiyah
Kelemahan pada masa ini yaitu terjadinya terjadi perebutan
kekuasaan antara keluarga bani
abbasiyah dan banyak pembrontakan serta konflik keagamaan yang sangat berpengaruh pada dunia pendidikan dan akibat itu pendidikan
kurang mendapat perhatian
sehingga mempelambat pada kemjuan dunia pendidikan
Adapun kelebihannya yaitu sudah berdiri madrasah madrasa
seperti madrasah nidhmiyah
dan sudah banyak perpustakaan yang besar dan banyaknya buku-buku yang diterjemahkan dalam bahsa arab sehingga ini akan
mempermudah untuk mempelajarinya.
Solusinya adalah bagaimana kita harus menjaga perdamain dan
pemerintah pusat lebih memusatkan
perhatiannya pada dunia pendidikan sehingga nantinya pendidikan akan lebih maju dan secara otomatis Negara akan maju juga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar